Featured Products

Vestibulum urna ipsum

product

Price: $180

Detail | Add to cart

Aliquam sollicitudin

product

Price: $240

Detail | Add to cart

Pellentesque habitant

product

Price: $120

Detail | Add to cart

Detergent are Toxic



Deterjen, Racun Biota Sungai


Lingkungan memiliki peranan penting bagi makhluk hidup. Dimana makhluk hidup tinggal, beradaptasi dan berkembang biak. Salah satu contoh lingkungan yang memiliki banyak pengaruh terhadap makhluk hidup adalah lingkungan perairan. Di masa ini jarang menemukan suatu perairan yang alami dan terbebas dari segala pencemaran. Pencemaran air pada umumnya diakibatkan oleh kegiatan manusia. Besar kecilnya pencemaran akan tergantung dari jumlah dan kualitas limbah yang dibuang ke sungai, baik limbah padat maupun cair.

Air dikatakan tercemar bilamana terjadi perubahan komposisi atau kondisi yang diakibatkan oleh adanya kegiatan atau hasil kegiatan manusia sehingga secara langsung maupun tidak langsung air menjadi tidak layak atau kurang layak untuk semua fungsi atau tujuan pemanfaatan sebagaimana kewajaran air yang dalam keadaan alami.

Salah satu bahan yang dapat menyebabkan pencemaran air adalah deterjen yang merupakan limbah domestik rumah tangga. Pada umumnya, deterjen mengandung bahan-bahan: Surfaktan, Builder, Filler dan Additives. Kemampuan deterjen untuk menghilangkan berbagai kotoran yang menempel pada kain atau objek lain, mengurangi keberadaan kuman dan bakteri yang menyebabkan infeksi dan meningkatkan umur pemakaian kain, karpet, alat-alat rumah tangga dan peralatan rumah lainnya, sudah tidak diragukan lagi. Oleh karena banyaknya manfaat penggunaan deterjen, sehingga menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Saat ini banyak merk deterjen yang dijajakan pada masyarakat yang menberi janji dapat membersihkan noda pada pakaian atau sekedar menjaga warnna pakaian agar tetap ceemerlang.

Namun demikian ternyata deterjen merupakan salah satu zat pencemar terbanyak pada ekosistem air tawar terutama sungai. Deterjen merupakan limbah cair dapat digolongkan segabai limbah rumah tangga. Hampir semua warga Surabaya mengguanakan deterjen untuk mencuci dan membuangnya ke selokan atau parit dan pada akhirnya mengalir ke sungai. Jika penduduk surabaya berjumlah 2 juta jiwa, dan penggunaan deterjen rata-rata setiap orang 8 gram tiap hari, maka akan ada 16 ton deterjen yang dibuang bersama 50 liter air yang dibuang untuk sekali cuci pakaian. Jumlah yang sangat cukup untuk menjadi racun pembunuh biota yang hidup di sungai.

Dari praktikum mata kuliah ekotoksikologi yang telah saya lakukan tentang efek toksisitas deterjen terhadap laju kematian ikan molly ( Poelicia latipinna ) menunjukkan bahwa beberapa merk deterjen mempunyai efek toksik yang berbeda-beda pada beberapa perlakuan, yakni perlakuan A menggunakan deterjen R**so, perlakuan B menggunakan deterjen A***ck, perlakuan C menggunakan deterjen S*rf dan perlakuan D mengggunakan deterjen yang diklaim ramah lingkungan yang dipasarkan melalui Multi Level Marketing (MLM).

Ket:
- Perlakuan A deterjen R**so
- Perlakuan B deterjen A***ck
- Perlakuan C deterjen S*rf
- Perlakuan D deterjen khusus MLM


Dari katerangan diatas dapat diketahui bahwa deterjen dapat meracuni ikan dan menyebabkan kematian pada ikan pada konsentrasi yang kecil sekalipun. Selama ini kita mencuci baju dan lainnya dengan menggunakan deterjen dan membuang limbah bekas cucian ke lingkungan tanpa melalui pengolahan sebelumnya. Secara tidak sengaja kita telah meracuni ikan-ikan dan biota lainyya di sungai.

Menurut Lembaga Kajian ekologi dan Konservasi Lahan Basah (ECOTON) keanekaragaman hayati Kali Surabaya yang masih tersisa adalah 18 jenis ikan, 22 jenis burung, 2 jenis reptil, 2 jenis mamalia, 56 jenis makroinvertebrata. Biota air serta memiliki peranan penting dalam ekosistem sungai, meningkatkan kesuburan tanah, dan menjaga keseimbangan populasi biota hama. Lalu apakah kita akan terus mengurangi jumlah tersebut? Dan menurut anda, bagaimana pemecahan masalah ini? Mari bersama menjaga lingkungan sekitar kita untuk generasi selanjutnya. . .

Bayu Sandika, mei ’10

1 Response to "Detergent are Toxic"

Bayu Sandika said...

Waah, ternyata deterjen. . . .

Post a Comment