
Anda seorang yang vegetarian? Atau sekedar gemar makan sayur dan buah? Hati-hati. . . Meski mengandung banyak manfaat, saat ini belum ada jaminan yang pasti bahwa sayuran dan buah-buahan yang beredar di pasar-pasar merupakan sayuran yang bebas dari pencemaran pestisida. Pencemaran pestisida pada buah maupun sayur tidak hilang dengan mencuci dengan air saja. Karena pestida dapat larut kedalam struktur lipid yang ada pada dinding sel sayur dan buah.
Pestisida ini sangat banyak pengaruhnya terhadap kesehatan kita. Baru-baru ini peneliti menemukan hubungan antara bahan cemaran organik yang banyak terdapat dalam pestisida terhadap kegemukan. Seseorang yang sering terkena paparan pestisida berisiko lebih besar menjadi gemuk.
Bahan cemaran organik atau Persistent Organic Pollutants (POPs) adalah senyawa organik yang tahan terhadap proses penguraian biologis, memiliki kelarutan air yang rendah dan kelarutan lemak tinggi.
Karenanya bahan ini bisa bertahan lama di lingkungan dan menyebabkan akumulasi pada jaringan tubuh melalui membran fosfolipid dan terakumulasi dalam jaringan lemak. Bahan ini juag bisa masuk ke dalam rantai makanan sehingga berdampak buruk untuk kesehatan.
POPs diduga sebagai penyebab resistensi insulin atau kekebalan hormon insulin. Lebih dari 25 persen orang dewasa Amerika dilaporkan menderita gangguan metaboik tersebut (resistensi insulin). POPs banyak terdapat pada pestisida dan industri farmasi.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan obesitas, tubuh lesu dan kesulitan mengatur kadar gula dan lemak karena hormon insulin yang seharusnya mengubah glukosa menjadi glikogen tidak berfungsi normal.
Dalam percobaannya, peneliti membandingkan lemak pada tikus yang diberi minyak ikan biasa dan minyak ikan yang telah dimurnikan. Minyak ikan biasa mengandung bahan cemaran kimia organik (POPs) sedangkan minyak ikan murni sama sekali tidak mengandung POPs. Namun kedua jenis ikan itu mengandung jumlah lemak yang sama.
Setelah 28 hari, tikus yang diberi minyak ikan kasar berubah menjadi gemuk dengan perut membesar. Tikus tersebut juga punya kadar kolesterol tinggi, beberapa asam lemak di hati dan tidak bisa mengatur lemak dengan baik di tubuhnya. Sedangkan tikus yang diberi minyak ikan murni tidak menunjukkan hal tersebut.
Riset ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang erat antara paparan cemaran organik dengan resistensi insulin dan kegemukan. Kita juga harus lebih mewaspadai makanan yang mengandung bahan-bahan kimia seperti pestisida. POPs juga banyak terdapat dalam ikan, daging dan produk olahan yang sudah tercemar.
Seperti dikutip dari Scientificamerican, Kamis (21/1/2010), PPOPs bisa menyebabkan kematian dan beberapa masalah hormon, reproduksi, sistem imun, gangguan saraf dan kanker. Studi ini dipublikasikan secara online di Environmental Health Perspectives.
So, mari kita kembali ke yang alami. . .
Sayur dan Kegemukan
00:28
Bayu Sandika
Posted in
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No Response to "Sayur dan Kegemukan"
Post a Comment